Praktik pembelajaran
Praktik pembelajaran dari rencana hingga tindak lanjut
Panduan kerja guru untuk menyelaraskan tujuan, aktivitas, asesmen, budaya kelas, inklusi, dan intervensi dalam satu siklus berbasis bukti.
Siklus kerja
Rencana, praktik, bukti, tindak lanjut
Alur pembelajaran yang kuat bukan dokumen sekali jadi. Setiap tahap menghasilkan bukti untuk memperbaiki tahap berikutnya.
- 1
Rencanakan
Tentukan tujuan, kriteria sukses, prasyarat, miskonsepsi, dan bukti belajar.
- 2
Laksanakan
Bangun budaya aman, aktifkan pengetahuan awal, fasilitasi diskusi, dan beri dukungan bertahap.
- 3
Kumpulkan bukti
Gunakan pertanyaan, observasi, tugas, catatan akhir, karya, dan percakapan.
- 4
Tindak lanjuti
Bedakan kesenjangan konsep, bahasa, strategi, atau keterlibatan lalu pilih intervensi.
Perencanaan
Mulai dari bukti yang ingin dilihat
Tujuan dan progresi
- Nyatakan kemampuan yang dapat diamati.
- Petakan prasyarat dan urutan konsep.
- Antisipasi miskonsepsi dan hambatan akses.
Aktivitas dan waktu
- Pilih aktivitas yang menghasilkan bukti tujuan.
- Atur pemodelan, latihan terbimbing, dan kemandirian.
- Sediakan rencana kontinjensi.
Kriteria sukses
- Buat kriteria jelas bagi guru dan murid.
- Siapkan contoh, kontra-contoh, atau contoh acuan.
- Pastikan beban tugas sesuai fase.
Pelaksanaan
Orkestrasi belajar, bukan sekadar penyampaian
Perhatikan kualitas pertanyaan, waktu tunggu, partisipasi, representasi konsep, transisi, rasa aman, dan perubahan strategi berdasarkan respons kelas.
Asesmen
Setiap data harus mengarah pada keputusan
| Jenis bukti | Pertanyaan guru | Tindak lanjut |
|---|---|---|
| Diagnostik | Apa prasyarat dan miskonsepsi awal? | Ubah titik mulai, kelompok, atau dukungan bertahap. |
| Formatif | Siapa memahami apa saat ini? | Berikan umpan balik, contoh tambahan, atau tantangan. |
| Sumatif | Seberapa kuat capaian terhadap kriteria? | Moderasi, laporkan, remediasi, dan evaluasi desain. |
| Portofolio | Bagaimana kualitas berkembang lintas waktu? | Refleksi, pilih bukti, dan tetapkan sasaran berikutnya. |
Adaptasi dan inklusi
Pertahankan tujuan, kurangi hambatan
Sediakan variasi representasi, cara berpartisipasi, dukungan bahasa, waktu, teknologi bantu, dan cara menunjukkan pemahaman. Adaptasi yang baik memperluas akses tanpa mengaburkan konstruk yang sedang dinilai.